Rancangan Allah adalah yang terbaik

Bacaan:  Roma 8:28-30

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”  Roma 8:28

Ilustrasi :

Seorang pemuda berlibur ke sebuah pantai. Dia berdiri di tepi pantai untuk menikmati keindahan pantai dan matahari terbenam. Sesaat kemudian, dia memejamkan matanya, tiba-tiba ombak besar datang dan menyeretnya ke tengah lautan.  Dia terombang-ambing di lautan dan mencoba mencari cara untuk bertahan hidup. Dalam ketakutanya  dia berdoa “Tuhan datangkanlah pertolongan dari Engkau”. Tak lama kemudian terlihat sebatang kayu yang  terombang ambing dan dia mencoba menjangkau batang kayu itu lalu memeluknya erat. Sampai akhirnya dia terdampar di sebuah pulau,  dan dia bilang Tuhan itu baik.

Dia pun memulai untuk bertahan hidup, dan selalu meminta kepada Tuhan agar bisa hidup di pulau yang tidak dia kenal.  Secara luar biasa dia selalu mendapatkan makanan dari sekitar hutan.  Dia selalu bilang Tuhan itu baik.

Dia pun mendirikan rumah dari dahan dan ranting, lalu membuat perapian menghangatkan tubuh. Hal ini jadi rutinitas baginya.Suatu saat dia masuk ke hutan untuk mencari makanan, dan seketika ia pulang, dia melihat rumahnya sudah habis terbakar, sementara hari sudah malam.  Lalu Ia mengutuki Tuhan katanya “Tuhan Engkau Allah yang jahat,  bahkan rumahku yang kecil pun harus hilang, Engkau bilang Engkau Allah yang tak pernah gagal”. Kini ia pun harus tidur di pinggiran pulau dengan memakai alas daun.

Tak lama kemudian, ada bantuan datang untuk menolongnya. Ternyata bantuan datang karena melihat ada nyala api dari kejauhan. Lalu ia merenung dan menyesali kutukannya.

Tuhan sedang merenda untuk hidupnya sehingga di tengah proses yang sulit Tuhan menolong dia dengan cara yang unik.
Setiap orang pasti memiliki pengalaman hidup beraneka ragam:  mulai dari yang menyenangkan, indah, manis, sampai yang pahit, getir dan menyakitkan.  Banyak di antara kita ketika dihadapkan pada pengalaman-pengalaman hidup yang tidak mengenakkan  (masalah, ujian, kegagalan, penderitaan, tekanan, kesengsaraan, sakit-penyakit, krisis dan sebagainya)  cenderung memiliki respons negatif:  kecewa, putus asa, marah, mengeluh dan bersungut-sungut.  Sikap-sikap yang demikian justru akan menjadi musuh terbesar dan penghalang utama kita berjalan dalam jalan yang Tuhan beri bagi hidup kita. Adakalanya Tuhan memakai peristiwa-peristiwa yang menurut penilaian kita merupakan hal yang buruk sebagai cara dan sarana untuk membentuk, mempersiapkan dan menggenapkan rencana-Nya.

Bacaan kali imi menyatakan bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu.  Kata segala sesuatu berarti segala situasi dan kondisi, termasuk hal-hal yang buruk dan tidak mengenakkan sekalipun.  Karena itu penting sekali bagi kita belajar memahami cara Tuhan bekerja, karena Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa hidup orang percaya bebas dari masalah.  Ingat!  Tanpa melewati ombak dan gelombang tidak akan pernah dihasilkan seorang nahkoda yang andal!  Justru di setiao masalah selalu ada maksud dan rencana Tuhan yang indah, salah satunya adalah untuk menarik kita semakin mendekat kepada-Nya dan belajar bergantung kepada-Nya.

Jika masalah, ujian atau penderitaan itu seizin Tuhan, hal itu pasti akan mendatangkan kebaikan bagi kita.  “…sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.”  (Ayub 5:17-18).  Sebaliknya jika segala sesuatunya berjalan dengan baik dan mulus seringkali membuat kita terlena, iman pun tidak bekerja secara maksimal.

“…bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.”  Roma 5:3-4

Ditulis oleh : Kristin Sariani Silaban