Berani Untuk Tidak Nyaman

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

( Yeremia 29:11 )

 

Kita sering mendengar slogan “Life Begins at The End of Your Comfort Zone”, Comfort Zone (=zona nyaman) adalah kebiasaan-kebiasaan yang membuat kita nyaman sehingga kita malas melakukan sesuatu yang berbeda. Sehingga kita seringkali lupa bahwa kita punya tanggung jawab. Anak sekarang sering berkata “mager” (males gerak) setiap kali mereka berada dalam zona nyaman mereka. Kebayakan dari mereka berpikir “kalau bisa besok kenapa harus sekarang?” Pemikiran inilah yang akan membuat kita tidak berkembang. Ingatlah bahwa “comfortzone will kills you”.

Dalam bahasa inggris ada istilah “PROCRASTINATOR“ yaitu istilah untuk seseorang yang seringkali menunda menyelesaikan pekerjaan mereka yang seharusnya selesai, karena terlalu sering mengerjakan pekerjaan tersebut (pekerjaan yang sama) atau karena bosan. Berikut 4 tingkatan untuk procrastinator dan cirinya:

  1. Non Procrastinator, ciri-cirinya adalah rajin mengerjakan pekerjaannya dan menyiapkannya dengan baik jauh-jauh hari. Tidak menunda pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya.
  2. Sunday night Slacker, ciri-cirinya adalah menyiapakan dan menyelesaikan malam hari sebelum besok di kumpul.
  3. Super slacker, ciri-cirinya adalah mengerjakan tugas pada saat jam pengumpulan (biasanya mencontek milik orang lain, karena waktu sudah mepet).
  4. Master Procrastinator, ciri-cirinya adalah tidak mengerjakan tugas sama sekali.

Setelah membaca 4 tingkatan diatas, tipe yang manakah anda? Ingatlah kesuskses bisa kita dapatkan saat kita mau belajar keluar dari zona nyaman. Perubahan tidak pernah menyakitkan, tetapi ketekunan untuk berubah itulah yang menyakitkan (“Change is never painful, only the resistance to change is painful.”).

Berdoalah dan carilah Tuhan, Dia selalu ada untuk menguatkan kita (Yer 29:12). Saat ini, masihkah kita berdoa? Masihkah kita ingat untuk berserah kepada Tuhan? Berdoa dan mencari Tuhanlah yang akan membuat kita mampu bertahan dengan perubahan kita , sehingga kita dapat jalan menuju damai sejahtera itu. Bagi kita yang sudah berdoa dan belajar semalam suntuk tapi masih belum menemukan hasil yang baik. Tetaplah kerjakan bagianmu, karena jerih lelah mu tidak sia-sia (1 Korintus 15:58). Dalam pencarian cinta dan kasih Allah, Allah pasti menyediakan kelegaan kepada kita. Belajarlah sungguh-sungguh dan percaya lah kepada Tuhan sambil berdoa dan berserah kepada Tuhan. Kita alan merasakan cinta kasih yg Tuhan berikan bagi kita.

oleh : Pdt Brahmana Duta Dewa ( GKP BEKASI )