TUHAN PERLINDUNGANKU

Mazmur 31:1-9
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku! Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku. Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN. Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku, dan tidak menyerahkan aku ke tangan musuh, tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang.

Setiap kita pasti menginginkan rasa aman dan damai. Namun apakah itu bisa terjadi di keadaan saat ini? Mari belajar dari kehidupan Daud dan Paulus yang merasa aman dan damai meskipun dalam keadaan yang sulit.

Pengalaman Daud sebagai gembala ternak termasuk pekerjaan yang sangat berat. Pekerjaan sebagai gembala memiliki banyak ancaman dan serangan, baik serangan hewan buas maupun pencuri.
Pengalaman Daud sebagai gembala dia jadikan pelajaran saat dia menjadi prajurit Israel yang harus mengalahkan Goliat. Seperti seorang gembala yang maju melawan serangan hewan buas agar hewan yang dia gembalakan tetap aman dan selamat, begitu pula saat Daud maju berperang melawan bangsa Filistin. Daud maju untuk membela bangsa Israel, meskipun tentara Israel takut namun ia tetap maju. Dengan keberanian karena penyertaan dan pertolongan Tuhan, walau bertubuh kecil, Daud dapat mengalahkan Goliat dengan batu.

Raja Saul melihat kehidupan Daud dan ia iri dengan kerohanian dan keberanian yang dimiliki oleh Daud. Namun Daud tetap tangguh dan sabar, dia hidup aman dan damai dalam kepercayaan penuh kepada pertolongan Tuhan hingga akhirnya Daud menjadi raja.

Paulus pun mengalami berbagai penderitaan ketika memberitakan firman, dia mengalami penolakan, sakit dan dipenjara namun ia sabar dan percaya bahwa Tuhan akan menyertai. Dia tetap hidup dalam damai dan memberitakan firman Tuhan.

Penderitaan itu pasti akan selalu kita alami, namun bagaimana kita merespon penderitaan itu, apakah kita semakin bergantung pada Tuhan atau malah menyerah dan menjauh dari Tuhan?

Aman bukan sekadar tidak ada musuh atau penderitaan. Aman dan tenteram berarti mempercayai pemeliharaan Tuhan walau situasi dan kondisi kita tidak kondusif.

Sesulit apapun keadaanmu, mungkin jaring sudah melilit dan seakan tidak mempunyai harapan, namun percayalah bahwa Ia sanggup menolong kita. Sebab sumber keselamatan kita adalah Yesus yang disalibkan, mati dan bangkit kembali.

Created : Kristin Silaban